Berganti sudah Oktober pergi
Saling berganti setahun pergi
Lenguh letih berjalan berlari
Menikmati hidupan setiap saat setiap hari
Turun naik tercari-cari
Sang Suria menyinari malam yang menyepi
Hilang tumbuh berganti-ganti
Malam jua dipinggir hati
Mendung kelabu menyelubung mentari
Mengharapkan hujan membasah bumi
Rupanya beban ujian membajir bumi
Suram yang sepi sembunyikn mentari
Perginya tidak datangnya lagi
Lari berlari berteduh lagi
Rapuh usang pondok berduri
Runtuh rebah menyembah ke duli
Mana hilangnya mana perginya
Apa silapnya apa penyebabnya
Kabur kelabu sang mata hati
Adakah akhirnya ditinggal mati..
Patahnya hati tiada erti
Patahnya nyawa datangnya mati
Patahnya jati diri..
Memakan diri.
Disangka siang mentari pagi
Membelah langit Sang Pelangi
Bersambungnya kilat yang mencakar lagi
Rosak runtuh rebah sekali lagi
Saling berganti malam menyepi
Namun mentari menyendiri sepi
Serek ke diri atau habit dihati
Menggilap haus manik disangkakan permata disanubari
Anjak beranjak hijrahkan diri
Namun mentari tak muncul lagi
Adakah hilang bersemadi
Atau malam sepi kepunyaan abadi
Karma alam dipasak kebumi
Menongkat langit menyelubungi
Paya berduri umpama permadani
Rindu rumput dipijak kaki
Ruku' sujud menghambakan diri
Menadah tangan lumpur bersaluti
Melutut lagi hinanya jasad menyembahkan diri
Dikurniakan pelita cahaya menyinari
No comments:
Post a Comment